AMBON, BABETO.ID – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Provinsi Maluku meningkat 43,95 persen selama periode Agustus hingga Oktober 2026.
Kota Ambon tercatat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi dibandingkan 11 kabupaten/kota lainnya di Maluku.
“Tertinggi Kota Ambon,” beber Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Elna Sitourisme Anakotta saat dikonfirmasi Babeto.Id melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/10/2026) dini hari.
Anakotta menyebut Kota Ambon mencatat kasus ISPA tertinggi di Maluku. Namun, ia belum menjelaskan jumlah kasus secara terperinci maupun data perbandingan di setiap kabupaten/kota.
Ia memastikan rincian data kasus ISPA tersebut akan dirilis pada siang ini. “Besok selesai rapat beta (saya) rilis,” tandasnya pakai dialeg Ambon.
Berita sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku telah mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap enteng dampak kabut asap.
Bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta penderita asma dan penyakit paru kronis termasuk kelompok yang rentan terhadap paparan asap.
Dalam siaran pers tertanggal 12 Oktober 2026, Dinkes Maluku mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar, serta menutup pintu dan jendela ketika asap pekat.
Masyarakat juga diminta mewaspadai gejala seperti batuk berkepanjangan, iritasi mata, dan sesak napas. Jika mengalami gejala tersebut, warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Dinkes Maluku turut meminta puskesmas dan rumah sakit meningkatkan kesiapsiagaan layanan medis serta memastikan ketersediaan obat-obatan untuk mengantisipasi dampak kabut asap.***










Komentar