oleh

Ada Apa di Balik Dugaan Penambahan Siswa Tak Terdaftar? Kadis Suruh Konfirmasi, Kabid SMA Maluku Malah Blokir Nomor Wartawan

-Berita-41 Dilihat

AMBON, BABETO.ID — Dugaan penambahan siswa di sejumlah SMA di Maluku yang disebut belum tercatat dalam sistem Kementerian Pendidikan kembali menjadi sorotan.

Persoalan tersebut hendak dikonfirmasi Babeto.Id kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku. Namun, untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut, wartawan diarahkan melakukan konfirmasi kepada Kepala Bidang SMA, Fentje Mandaku.

Wartawan kemudian menghubungi Fentje Mandaku melalui WhatsApp untuk meminta penjelasan terkait dugaan penambahan siswa dan pembukaan ruang kelas baru yang disebut belum tercatat dalam sistem.

Namun, saat hendak melakukan konfirmasi lebih lanjut, wartawan mengaku nomor WhatsApp-nya telah diblokir.

Pemblokiran tersebut menimbulkan pertanyaan, sebab konfirmasi dilakukan untuk memperoleh penjelasan dari pihak yang berwenang sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan dari Fentje Mandaku mengenai alasan pemblokiran tersebut maupun klarifikasi terkait dugaan penambahan siswa yang belum tercatat dalam sistem.

Sebelumnya, mantan Kepala SMA Negeri 11 Ambon, La Ima Kampono, menyebut penambahan siswa tidak dilakukan sepihak oleh sekolah.

Menurut Kampono, kebijakan tersebut berada dalam koordinasi Dinas Pendidikan Maluku dan sebelumnya dibahas bersama Komisi IV DPRD Maluku serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP).

“Sekolah tidak sembarangan kalau tidak ada arahan dari kepala dinas,” kata Kampono saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

Kampono menegaskan dirinya kini tidak lagi menangani persoalan tersebut karena telah memasuki masa purna bakti.

“Urusan sekolah Bapak tidak lagi berkoordinasi dengan saya, karena saya sudah purna bakti. Silakan dengan kepala sekolah baru,” ujarnya.

Sementara itu, sumber Babeto.Id yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebut terdapat sejumlah sekolah yang masuk dalam data terkait dugaan penambahan siswa tersebut.

Data yang diterima Babeto.Id mencantumkan sekolah-sekolah yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Maluku, antara lain Buru, Buru Selatan, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur dan Kota Ambon.

Untuk Kota Ambon, data tersebut mencantumkan antara lain SMA Laboratorium Universitas Pattimura, SMAN 1, SMAN 11, SMAN 13, SMAN 2, SMAN 4, SMAN 6, SMAN Siwalima Ambon, SMAS KR Kalam Kudus, SMAS Kristen Rehoboth, SMAS Kristen YPKPM, SMAS LKMD Laha dan SMAS Xaverius Ambon.

Data tersebut masih membutuhkan verifikasi dari Dinas Pendidikan Maluku dan masing-masing sekolah untuk memastikan status pencatatan siswa serta dasar pembukaan ruang kelas baru.

Persoalan ini penting mendapatkan penjelasan resmi, terutama mengenai mekanisme penambahan siswa, dasar kebijakan, pencatatan dalam sistem Kementerian Pendidikan, serta koordinasi antara sekolah, Dinas Pendidikan dan BPMP.

Babeto.Id membuka ruang bagi Kepala Dinas Pendidikan Maluku, maupun pihak sekolah yang disebut dalam data tersebut untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *