oleh

MoU Industri Sagu SBT dan Kementerian Perindustrian, Langkah Strategis Gubernur Hendrik Lewerissa Dorong Ekonomi Maluku

AMBON, BABETO.ID – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) bersama Kementerian Perindustrian Republik Indonesia resmi memperkuat kerja sama pengembangan industri pengolahan sagu melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam kegiatan Sago Business Forum 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi sagu sebagai komoditas unggulan Maluku sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

Penandatanganan MoU ini memperlihatkan pentingnya sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam mengembangkan potensi sumber daya alam daerah agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Pengembangan industri sagu tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi bahan mentah, tetapi juga pengolahan menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Melalui kerja sama tersebut, petani sagu, pelaku UMKM, serta masyarakat yang terlibat dalam rantai produksi dan distribusi diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Dukungan pemerintah provinsi juga menjadi faktor penting untuk menghubungkan potensi daerah dengan kebijakan industri nasional, termasuk penguatan teknologi pengolahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, akses permodalan, dan perluasan pasar.

Hilirisasi sagu di SBT diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan, tetapi dilanjutkan dengan program nyata yang mampu mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan potensi sagu yang dimiliki Maluku, langkah ini menjadi peluang penting untuk membangun industri berbasis sumber daya lokal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *