AMBON, BABETO.ID – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendorong Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memperluas investasi dan menciptakan lapangan kerja guna mempercepat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Maluku.
Dorongan tersebut disampaikan Lewerissa dalam acara pengukuhan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APINDO Maluku periode 2025–2030 yang berlangsung di Ambon, Jumat malam.
Lewerissa berharap kepengurusan baru APINDO dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia meminta para pengusaha mengoptimalkan potensi unggulan Maluku, terutama sektor kelautan, perikanan, pertanian, dan pariwisata.
Pengembangan sektor-sektor tersebut dinilai penting untuk membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mendorong industri pengolahan dan pemasaran produk lokal.
Selain memperluas investasi, Lewerissa menekankan pentingnya program kerja yang terukur, kemitraan dengan pemerintah daerah, serta kepatuhan terhadap hukum, perlindungan hak pekerja, dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, investasi yang masuk ke Maluku harus mampu memberikan nilai tambah bagi daerah dan menyerap tenaga kerja lokal.
Sementara itu, Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menilai Maluku memiliki peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi sumber daya alam dan pengembangan industri pengolahan.
Shinta menyebut pertumbuhan ekonomi Maluku tercatat sebesar 4,56 persen. Angka tersebut, menurutnya, masih dapat ditingkatkan melalui penguatan sektor produktif, khususnya ekonomi biru dan hilirisasi perikanan serta rumput laut.
Ia juga menyoroti potensi komoditas perkebunan seperti kelapa, cengkih, pala, dan kakao yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Selain itu, kopi lokal, termasuk Kopi Tuni, serta wisata bahari dinilai memiliki peluang untuk mendukung perekonomian daerah.
Shinta mendorong APINDO Maluku memperluas keanggotaan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, serta mendukung kebijakan yang mendorong perkembangan dunia usaha.
Peningkatan keterampilan tenaga kerja dan hubungan industrial yang sehat juga menjadi perhatian organisasi tersebut.
Ia berharap kepengurusan APINDO Maluku di bawah pimpinan Robert Tanamal dapat memperkuat kontribusi dunia usaha dalam menciptakan lapangan kerja produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Shinta turut mengingatkan pentingnya menjaga nilai persaudaraan masyarakat Maluku melalui ungkapan potong di kuku rasa di daging dan ale rasa, beta rasa.
Menurutnya, semangat solidaritas dan kebersamaan diperlukan untuk menghadapi tantangan ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Robert Tanamal dikukuhkan sebagai Ketua DPP APINDO Maluku periode 2025–2030.***








Komentar