SURABAYA, BABETO.ID – Masjid Pemuda Indonesia kembali menjadi perhatian karena bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan tempat beristirahat, makanan dan berbagai layanan sosial.
Dilansir pada Rabu, 9 September 2026, dari akun TikTok Bersama MPI, sebuah video memperlihatkan kisah seorang perempuan yang disebut baru saja mengalami perceraian dan kemudian datang ke masjid untuk meminta izin menginap.
Dalam keterangan unggahan tersebut tertulis, “baru saja cerai, ibu ini langsung datang ke Mesjid dan mau nginap di mesjid.”
Kisah tersebut menggambarkan kondisi seseorang yang tengah menghadapi persoalan kehidupan dan membutuhkan tempat yang aman untuk beristirahat.
Namun, detail mengenai kondisi pribadi perempuan dalam video tersebut bersumber dari keterangan akun TikTok dan belum dijelaskan secara independen.
Masjid yang Membuka Pintu untuk Masyarakat

Masjid Pemuda Indonesia yang berada di Jalan Kalikepiting 111, Pacar Kembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, memang memiliki konsep pelayanan sosial yang cukup kuat.
Dalam situs resminya, pengelola menyebut masjid tersebut dikelola oleh pemuda dan relawan dengan pendekatan sosial. Pelayanannya ditujukan kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang dan masjid beroperasi selama 24 jam, terutama untuk masyarakat yang membutuhkan maupun orang yang sedang dalam perjalanan.
Fasilitas yang tersedia juga tidak sebatas tempat ibadah. Pengelola menyebut tersedia tempat tidur, makanan dan minuman, serta perlengkapan mandi secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Hal tersebut membuat masjid ini memiliki fungsi yang lebih luas sebagai tempat persinggahan bagi orang-orang yang sedang melakukan perjalanan ataupun mereka yang membutuhkan ruang untuk beristirahat.
Ada Tempat Tidur dan Fasilitas Mandi

Kehadiran tempat beristirahat menjadi salah satu layanan yang membuat Masjid Pemuda Indonesia dikenal masyarakat.
Dalam pemberitaan detikJatim pada 2024, pengurus menjelaskan bahwa masyarakat dapat beristirahat di masjid tersebut selama 24 jam. Pengelola juga menyediakan matras serta kamar mandi yang dapat digunakan, termasuk perlengkapan seperti sabun dan sampo.
Fasilitas tersebut menjadi penting bagi musafir atau masyarakat yang berada dalam kondisi tertentu dan membutuhkan tempat untuk sementara waktu.
Karena itu, keberadaan masjid tidak hanya memberikan ruang untuk melaksanakan salat, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi orang yang sedang membutuhkan pertolongan.
Makanan Gratis untuk Masyarakat

Selain tempat beristirahat, Masjid Pemuda Indonesia juga mempunyai program makanan gratis.
Situs resmi Masjid Pemuda Indonesia menyebut program Makan Gratis terbuka bagi siapa pun yang datang.
Program tersebut telah menjadi salah satu kegiatan sosial yang paling dikenal dari masjid ini. Pemberitaan pada 2024 menyebut ratusan porsi makanan disediakan secara berkala bagi masyarakat, termasuk para musafir.
Pada Ramadan 2026, program berbagi makanan juga masih berjalan. Kumparan melaporkan Masjid Pemuda Konsulat di Jalan Kalikepiting menyediakan takjil dan makanan gratis yang terbuka bagi masyarakat tanpa memandang agama.
Dengan demikian, program makan gratis tersebut tidak hanya menjadi kegiatan berbagi makanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjadikan masjid sebagai ruang pelayanan sosial.
Tidak Hanya Makanan dan Tempat Istirahat

Masjid Pemuda Indonesia juga mencantumkan sejumlah layanan sosial lainnya.
Di antaranya Rumah Dokter Gratis, fasilitas tempat tidur dan perlengkapan mandi, serta kendaraan dan ambulans yang dapat dimanfaatkan umat secara gratis sesuai kebutuhan.
Konsep tersebut memperlihatkan bagaimana masjid dikembangkan sebagai pusat kegiatan masyarakat dengan menggabungkan fungsi ibadah, pendidikan dan kepedulian sosial.
Sejarah Masjid Pemuda Indonesia sendiri bermula dari gerakan berbagi yang dilakukan sebelum masjid berdiri. Profil resminya mencatat adanya kegiatan berbagi sayur sebelum kemudian berkembang menjadi Warung Makan Gratis dan selanjutnya menjadi Masjid Pemuda Indonesia.
Masjid sebagai Tempat Berbagi dan Menguatkan

Kisah perempuan yang disebut datang setelah mengalami perceraian kemudian ingin menginap di masjid menjadi gambaran bahwa persoalan sosial dapat datang kepada siapa saja.
Di tengah kondisi ketika seseorang kehilangan tempat untuk pulang, keberadaan ruang sosial seperti Masjid Pemuda Indonesia menjadi penting.
Masjid bukan hanya tempat seseorang menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga dapat menjadi tempat untuk mendapatkan makanan, beristirahat, membersihkan diri dan memperoleh bantuan ketika berada dalam kesulitan.
Nilai tersebut sejalan dengan semangat yang dibangun Masjid Pemuda Indonesia, yakni menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat melalui pelayanan sosial dan gerakan berbagi.
Pada akhirnya, pintu masjid yang terbuka bukan hanya memiliki makna secara fisik, tetapi juga menjadi simbol bahwa masyarakat yang sedang berada dalam kesulitan masih memiliki ruang untuk mendapatkan pertolongan dan kembali menguatkan diri.***








Komentar