SALATIGA, BABETO.ID – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengajak masyarakat Maluku di perantauan untuk terus menghidupkan semangat perjuangan Kapitan Pattimura sebagai landasan memperkuat persatuan, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta, pada Peringatan Hari Pattimura ke-209 di Balairung Utama Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026).
Dalam sambutannya, Hendrik menyampaikan apresiasi kepada Kerukunan Keluarga Maluku yang terus menjaga tali persaudaraan serta melestarikan nilai-nilai perjuangan Pattimura meski berada jauh dari Maluku.
Menurutnya, Peringatan Hari Pattimura bukan sekadar momentum untuk mengenang perjuangan pahlawan nasional, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat identitas, solidaritas, dan semangat kebangsaan masyarakat Maluku di mana pun berada.
“Meskipun terpisah oleh jarak dan lautan, ikatan batin kita sebagai sesama anak Maluku tidak pernah pudar. Semangat perjuangan Kapitan Pattimura terus menyala dalam hati katong samua, di mana pun berada,” pesan Hendrik.
Ia menyebut Kapitan Pattimura sebagai simbol keberanian, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Hendrik juga menegaskan, pelaksanaan Peringatan Hari Pattimura di Salatiga menjadi bukti bahwa semangat Lawamena Haulala tetap hidup di tengah masyarakat Maluku yang berada di perantauan.
Menurutnya, nilai persatuan, saling mendukung, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru harus terus dipelihara tanpa meninggalkan jati diri sebagai orang Maluku.
“Kita mungkin berbeda negeri, berbeda kampung, tapi dalam darah kita mengalir satu tekad: menjaga warisan luhur para pahlawan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan bahwa masyarakat Maluku dikenal sebagai masyarakat yang santun, menjunjung tinggi norma, serta memiliki budaya hidup orang basudara.
Karena itu, masyarakat Maluku di perantauan diharapkan mampu menjadi teladan melalui karya, prestasi, dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai tersebut.
Hendrik juga mengajak generasi muda Maluku untuk meneruskan semangat perjuangan Pattimura melalui karya dan pengabdian di berbagai bidang.
“Saya berharap kita semua dapat menunjukkan karya terbaik dalam tugas di mana saja kita berada. Itulah bentuk penghayatan dari amanat luhur yang dititipkan Thomas Matulessy bahwa ‘Pattimura tua boleh sirna, tetapi akan bangkit Pattimura-Pattimura muda untuk meneruskan perjuangan ini’,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Hendrik menyampaikan terima kasih kepada panitia, Kerukunan Keluarga Maluku, serta seluruh masyarakat Maluku di Kota Salatiga yang terus menjaga semangat persaudaraan dan kebersamaan.
Ia berharap nilai Hidop Orang Basudara tetap menjadi perekat bagi masyarakat Maluku untuk terus memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia, di mana pun mereka berada.
Peringatan Hari Pattimura ke-209 di Salatiga turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun, Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., Wali Kota Salatiga yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Forkopimda Salatiga, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, Ketua Kerukunan Keluarga Maluku Salatiga, serta keluarga besar masyarakat asal Maluku yang berdomisili di Salatiga, Jawa Tengah.***








Komentar