AMBON, BABETO.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Maluku mendorong percepatan pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber atau Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di seluruh kabupaten/kota serta tingkat provinsi sebagai langkah memperkuat keamanan digital pemerintahan.
Langkah tersebut disampaikan dalam rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala Dinas Kominfo Maluku, Rabu (22/4/2026), sebagai tindak lanjut pertemuan strategis bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Maluku, Titus F. L. Renwarin, mengatakan ancaman siber saat ini semakin nyata dan perlu mendapat perhatian serius.
Menurutnya, berbagai gangguan seperti maraknya judi online hingga aplikasi pemerintahan yang tiba-tiba terkunci dapat menghambat jalannya pelayanan publik.
“Keamanan informasi harus menjadi prioritas bersama. Pembentukan CSIRT menjadi agenda penting agar setiap daerah siap menangani insiden siber secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia juga meminta dukungan penuh dari Gubernur, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, serta seluruh Bupati dan Wali Kota se-Maluku agar proses pembentukan tim tersebut dapat segera direalisasikan.
Setelah terbentuk, tim nantinya akan mendapatkan asistensi teknis bagi personel yang menangani bidang siber dan persandian guna memastikan perlindungan data serta sistem digital pemerintah daerah tetap terjaga.
Upaya ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Pemerintah Provinsi Maluku dan seluruh daerah di wilayah Maluku dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks di era digital.***








Komentar