AMBON, BABETO.ID – Seorang nelayan asal Kabupaten Maluku Tengah, Roni Fatubun (40), dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan laut menuju perairan Pulau Misool, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Hingga kini, korban masih dalam pencarian oleh Tim SAR gabungan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (11/4/2026). Korban yang merupakan warga Dusun Parigi, Desa Wahai, sebelumnya bertolak dari Misool, Papua Barat Daya, dengan tujuan Seram Bagian Timur. Namun, hingga waktu yang diperkirakan, korban tidak kunjung tiba dan tidak dapat dihubungi.
Keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang untuk dilakukan upaya pencarian.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhammad Arafah, menjelaskan bahwa setelah Unit Siaga SAR (USS) Bula menerima laporan, Tim SAR gabungan langsung dikerahkan sekitar pukul 13.40 WIT menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju titik koordinat duga 2°24’6.55″S – 129°53’4.10″E.
“Jarak lokasi sekitar 56 nautical mile dengan heading 318 derajat arah barat laut dari USS Bula,” ujarnya.
Setibanya di lokasi yang berada di antara perairan Pulau Misool dan perairan SBT, tim langsung melakukan pencarian intensif hingga sore hari. Namun, hingga operasi hari pertama berakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan dilanjutkan pada hari kedua, Minggu (12/4/2026).
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini meliputi Basarnas, Polairud, TNI AL, serta masyarakat setempat. Sementara alat utama dan peralatan SAR yang digunakan antara lain RIB USS Bula dan longboat milik warga.
Diketahui, kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan hujan ringan dengan angin bertiup dari timur ke timur laut berkecepatan 19 knot, serta tinggi gelombang mencapai 0,5 meter.***








Komentar