SBB, BABETO.ID – Pergerakan Pelajar Maluku (PPM) mengecam pembagian sembako yang mengatasnamakan Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Asri Arman, dan Ketua Tim Penggerak PKK, Yeni Rosbayani Asri. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat disebut diminta menandatangani sesuatu sebelum menerima bantuan.
Wakil Ketua Umum PPM Bidang Advokasi, Abdulrahman Bugis, menilai tindakan tersebut tidak etis karena bantuan yang dibagikan diduga berasal dari anggaran daerah, bukan dari dana pribadi.
“Tidak etis. Itu anggaran daerah, bukan isi kantong Asri Arman. Lalu Yeni Rosbayani dengan bangga mempostingnya atas nama dua orang,” kata Abdulrahman, Senin (16/3/2026).
Ia juga mengingatkan Yeni Rosbayani agar berhati-hati dalam menggunakan anggaran yang bersumber dari masyarakat SBB. Pasalnya, pembagian sembako tersebut diduga dilakukan di sejumlah dusun dengan meminta warga menandatangani sesuatu.
“Rosbayani jangan sombong di tempat yang salah. Kalau mau sombong pakai uang pribadi. Itu uang masyarakat SBB, dari dusun sampai desa. Jangan bagi sembako lalu minta tanda tangan,” ujarnya.
Pernyataan PPM itu merujuk pada unggahan akun TikTok milik Yeni Rosbayani yang memperlihatkan pembagian sembako berupa telur, beras, dan kantong plastik merah kepada masyarakat.
Dalam unggahan tersebut tertulis keterangan, “Inilah euforia masyarakat yang diberi bantuan dari Bupati Ir. Asri Arman dan Ketua TP-PKK Yeni Rosbayani Asri Kabupaten Seram Bagian Barat. Masya Allah, berkah bagi SBB.”
Dalam video itu juga terdengar seseorang yang membagikan sembako mengatakan bahwa bantuan tersebut hanya diberikan kepada warga yang sudah menandatangani daftar.
Belum diketahui secara pasti tanda tangan tersebut diperuntukkan bagi keperluan apa serta siapa saja yang berhak menerima bantuan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BABETO.ID masih berupaya meminta klarifikasi dari Bupati Asri Arman maupun Ketua TP-PKK SBB, Yeni Rosbayani Asri.***








Komentar