oleh

Waspada! Indonesia Berpotensi Dilanda Panas Ekstrem Mulai April 2026

-Berita-5 Dilihat

JAKARTA, BABETO.ID, – Masyarakat Indonesia diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi suhu panas ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, diprediksi akan mengalami suhu udara di atas normal sejak Maret hingga Mei 2026.

Prediksi tersebut disampaikan oleh ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC), pada Minggu (29/3/2026), Lembaga ini memperkirakan peluang kenaikan suhu di Indonesia dan Malaysia mencapai 80 hingga 100 persen, menjadikan kedua negara sebagai wilayah yang lebih dulu merasakan dampak panas ekstrem.

Laporan yang dikutip dari The South China Morning Post menyebutkan, kondisi panas tidak biasa ini berpotensi meluas ke sebagian besar daratan Asia Tenggara dalam kurun waktu dua bulan setelahnya.

Sejumlah wilayah seperti Thailand dan Vietnam bagian utara juga diprediksi mengalami peningkatan suhu yang signifikan.

Sementara itu, beberapa wilayah lain seperti Vietnam bagian tenggara, Kamboja, dan sebagian Filipina diperkirakan masih berada dalam kategori suhu normal.

Di tingkat nasional, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) turut memproyeksikan musim kemarau 2026 akan datang lebih cepat di hampir setengah wilayah Indonesia.

Tercatat sekitar 46,5 persen Zona Musim akan mengalami kemarau lebih awal, sementara sebagian lainnya berada pada kondisi normal hingga lebih lambat.

Wilayah yang diprediksi lebih dulu memasuki musim kemarau mencakup sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

BMKG juga memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026. Pada periode tersebut, suhu panas diprediksi terasa cukup kuat di sejumlah wilayah, khususnya Kalimantan dan Sulawesi.

Bahkan, kondisi suhu tinggi masih berpotensi berlanjut hingga September di beberapa daerah, termasuk Sulawesi bagian utara dan timur serta sebagian Maluku.

Tidak hanya datang lebih cepat, musim kemarau tahun ini juga diprediksi lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami kemarau kering, sementara 35,1 persen wilayah lainnya berada pada kondisi normal. Hanya sebagian kecil wilayah yang diprediksi mengalami kemarau lebih basah.

Durasi musim kemarau pun diperkirakan lebih panjang di lebih dari separuh wilayah Indonesia, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengingatkan pentingnya langkah antisipasi sejak dini. Di sektor pertanian, petani diimbau menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan serta memiliki kebutuhan air yang lebih rendah.

Selain itu, pengelolaan sumber daya air perlu diperkuat, mulai dari optimalisasi tampungan air hingga perbaikan sistem distribusi.

Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi penurunan kualitas udara dan bencana kebakaran yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.

Dengan langkah mitigasi yang tepat dan kesiapan sejak dini, dampak dari potensi panas ekstrem dan kemarau panjang pada 2026 diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *