AMBON, BABETO.ID – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menunjukan respons cepat dalam menolong seorang perempuan asal Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, yang diduga menjadi korban penipuan hingga berada di Negara Libya.
Informasi tersebut beredar pada Rabu (4/2/2026) melalui video yang dibagikan di grup WhatsApp Membangun Timur Indonesia. Menanggapi video itu, Gubernur Hendrik langsung memberikan atensi serius.
“Tolong kasih alamat tempat tinggal yang bersangkutan di Libya. Saya akan koordinasikan dengan Pak Menteri Pekerja Migran Indonesia. Segera ya. Terima kasih,” tulis Gubernur Hendrik dalam grup WhatsApp tersebut.
Dalam video yang beredar, anak perempuan tersebut memperkenalkan dirinya bernama Sariani, warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Ia mengaku saat ini berada di Libya dan memohon bantuan untuk bisa kembali ke Indonesia.
“Sekarang saya di Libya. Saya ingin pulang, tolong bantu saya. Saya ingin kembali ke Tanah Air. Saya dibawa oleh sponsor saya yang bernama Desy Rumaday,” ujar Sariani dalam video tersebut.
Sariani menjelaskan bahwa awalnya ia dijanjikan akan diberangkatkan ke Arab Saudi untuk bekerja di kantor. Karena itu, orang tuanya memberikan izin.
“Saya dijanjikan bekerja di kantor di Arab Saudi, makanya orang tua saya mengizinkan,” katanya.
Namun kenyataannya, ia justru dibawa ke Libya oleh sponsor lain yang disebut bernama Ibu Tia dan Bapak Muhammad. Di sana, Sariani mengaku mengalami perlakuan tidak manusiawi.
“Sekarang saya di Libya, saya sedang sakit. Saya tidak senang di sini karena saya sering dipukul oleh majikan saya,” ungkapnya.
Ia juga mengaku ponselnya disita, dipukul, dikurung di gudang, dan dibawa kembali ke kantor oleh majikannya.
“Tolong saudara-saudara saya semua, saya minta tolong. Tolong sebarkan video ini supaya saya bisa dibantu untuk pulang ke Indonesia,” tuturnya dengan nada haru.
Pemerintah Provinsi Maluku kini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerja Migran Indonesia untuk menindaklanjuti kasus tersebut dan memulangkan korban ke Tanah Air.***








Komentar