AMBON, BABETO.ID – Tuduhan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa pilih masih dalam mengatasi konflik di Maluku. Pemuda Muhammadiyah Maluku menilai itu kelompok penghasut dan dilaknat tuhan.
“Itu kelompok penghasut dan dilaknat Allah SWT (Tuhan),” kata Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku, Bidang Hukum dan HAM, Abas Sowakil, pada Rabu (7/1/2026).
Ia menilai Gubernur Hendrik tidak pilih kasih, semua konflik yang ada di Maluku itu semuanya gubernur hadir untuk menyelesaikan.
“Urusan situasi dilapangan itu urusan pihak keamanan, gubernur tidak lagi sampai disitu. Malah kami melihat yang paling aktif untuk mendamaikan semua pihak ini gubernur Hendrik,” ujarnya.
Dimana-mana konflik terjadi itu gubernur ada disana dan datang kesana, kalau di Arbes – UIN AMS itu siapa bilang gubernur tidak peduli, malah gubernur yang paling sibuk untuk koordinasi.
“Karna gubernur tahu, tanpa situasi yang aman bagimana gubernur mau membangun daerah. Sementara diduga ada orang-orang yang kerjanya biking gaduh,” ucapnya.
Perbandingan antara penanganan konflik di Negeri Liang dan di kawasan STAIN untuk mencegah konflik meluas antar negeri, sementara konflik di STAIN Ambon berada dalam kendali aparat keamanan dan telah ditangani sesuai prosedur.***








Komentar