AMBON, BABETO.ID – Bentrok antar kelompok masyarakat kembali terjadi di sekitar lokasi Universitas Islam Abdoel Muthalib Sangadji, Air Besar Ambon.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa berharap masyarakat di Maluku tidak terprovokasi dengan pemberitaan bohong yang tidak berdasar dan faktual.
Hal ini disampaikan Lewerissa usai melakukan pertemuan di Kantor Polda Maluku bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimnda) dan tokoh pemuda pada Jumat, 26/12/25.
“Kami berharap agar masyarakat tidak terprovokasi, tidak terhasut oleh berita-berita yang tidak benar, sifatnya manipulatif, provokatif, dan tidak faktual, “ujarnya.
Ia pun menyampaikan bahwa sumber berita resmi yang bisa dijadikan sebagai referensi adalah dari Polda Maluku sebagai institusi yang melakukan penegakan hukum.
” Kami menyampaikan kalau bisa penyebar-penyebar berita bohong segera di takedown, atau dihilangkan dari media-media sosial,”imbuh Lewerissa.
Selain itu, mantan anggota DPR RI itu juga mengatakan pertemuan bersama Forkopimda di Maluku adalah sebagai bentuk dukungan kepada pihak Polri untuk segera memberikan situasi keamanan di area bentrok.
“Kita percaya pihak kepolisian sedang melakukan tugas secara maksimal, ” tegas Lewerissa. ***








Komentar