oleh

Ridwan H. Renwarin : Sekretaris Daerah Kota Tual yang Mengutamakan Pelayanan Publik, Kepedulian, dan Pembangunan Berkelanjutan

-Opini-82 Dilihat

TUAL, BABETO.ID – Di Kota Tual, nama Ridwan H. Renwarin, S.E., M.Si., telah menjadi simbol birokrasi yang berpihak pada rakyat. Ia bukan sekadar Sekretaris Daerah, melainkan sosok pemimpin yang hadir di tengah masyarakat, mendengar setiap keluh kesah, dan memastikan setiap kebijakan pemerintah membawa manfaat nyata.

Dari pejabat hingga aktivis, hampir semua pihak sepakat bahwa kepemimpinannya adalah contoh keteladanan birokrasi modern yang mengutamakan integritas dan pelayanan publik.

Sejak dilantik, Ridwan menempatkan dirinya di garis depan pembangunan. Ia tidak hanya mengatur administrasi di balik meja, tetapi juga turun ke lapangan, meninjau pelaksanaan program, dan berinteraksi langsung dengan warga.

Setiap kunjungannya ke pasar lokal, pelabuhan, maupun kegiatan sosial, selalu diikuti dengan perhatian mendalam terhadap kebutuhan riil masyarakat. Sikap ini membuatnya bukan hanya dihormati, tetapi juga dicintai oleh warga.

Masyarakat menilai kehadirannya sebagai angin segar. Pendekatannya yang humanis, ramah, dan komunikatif membuat warga merasa didengar.

Ia mampu menjelaskan kebijakan kompleks dengan bahasa sederhana, sehingga warga memahami tujuan setiap program.

Aktivis lokal pun menaruh respek, mengapresiasi transparansi dan keterbukaan Ridwan yang mampu membuka ruang dialog, menerima kritik, dan menindaklanjuti setiap masukan dengan langkah nyata.

Ridwan tidak hanya peduli pada administrasi, tetapi juga pada pembangunan ekonomi lokal. Ia mendorong pemberdayaan UMKM, memfasilitasi pelatihan, pendampingan, dan akses promosi produk lokal, sehingga masyarakat merasakan manfaat langsung.

Dukungan ini membuktikan bahwa kepemimpinannya berpihak pada rakyat, mendorong kesejahteraan, dan membangun ekonomi yang inklusif.

Di lingkup pemerintah, Ridwan dikenal sebagai motor penggerak koordinasi. Ia memastikan seluruh OPD bergerak selaras, mengurangi tumpang tindih program, dan meningkatkan efektivitas pembangunan.

Sikapnya yang adil dan profesional membuat kepercayaan antar-pejabat meningkat, menciptakan birokrasi yang efisien, transparan, dan akuntabel.
Tidak hanya fisik, perhatian Ridwan juga menyentuh aspek budaya dan lingkungan.

Ia aktif mendukung pelestarian cagar budaya, pengembangan wisata lokal, dan berbagai program lingkungan yang melibatkan partisipasi warga.

Aktivis budaya dan lingkungan menilai kepemimpinannya inklusif, berpikiran maju, namun tetap menghargai akar budaya dan kearifan lokal.

Kehadiran Ridwan di setiap kegiatan publik memberikan rasa aman dan percaya. Masyarakat tahu bahwa aspirasi mereka didengar, keluhan mereka ditindaklanjuti, dan kesejahteraan mereka menjadi perhatian utama.

Hal ini membuat hubungan antara pemerintah dan warga semakin harmonis, membangun fondasi kota yang kuat dan berkelanjutan.

Pendekatan kepemimpinannya yang terbuka juga menumbuhkan semangat kolaborasi. Aktivis dan tokoh masyarakat menilai Ridwan mampu mempersatukan berbagai pihak, mendorong inovasi, dan menciptakan budaya kerja yang profesional, transparan, dan humanis.

Ia membuktikan bahwa birokrasi tidak harus kaku, tetapi bisa menjadi lembaga yang dinamis dan responsif. Dalam setiap keputusan, Ridwan menegaskan integritas dan akuntabilitas sebagai prinsip utama.

Transparansi, keadilan, dan profesionalisme menjadi pedoman, membuat semua pihakwarga, pejabat, hingga aktivispercaya bahwa kepemimpinannya benar-benar berpihak pada kepentingan publik.

Ridwan juga dikenal visioner. Ia tidak hanya bekerja untuk hari ini, tetapi memikirkan masa depan Kota Tual. Setiap program dirancang dengan pertimbangan berkelanjutan, memastikan pembangunan fisik, ekonomi, sosial, dan budaya berjalan seimbang, memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Kepemimpinan Ridwan pun menjadi inspirasi bagi banyak birokrat muda. Cara ia memimpin, mendengarkan, dan menindaklanjuti aspirasi warga menjadi contoh nyata bahwa birokrasi bisa dekat dengan rakyat tanpa mengurangi profesionalisme. Ia menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang efektif lahir dari dedikasi, integritas, dan empati.

Masyarakat menyebutnya sebagai Sekretaris Daerah yang peduli, responsif, dan dekat dengan mereka. Aktivis memuji keterbukaannya, pejabat pemerintah menghormati profesionalismenya, dan warga merasa didengar serta diperhatikan. Kombinasi ini menjadikan Ridwan figur birokrat yang lengkap: tegas, bijak, dan humanis.

Dalam setiap langkahnya, Ridwan menanamkan nilai-nilai profesionalisme dan kepedulian. Ia membuktikan bahwa pembangunan kota bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat. Setiap program yang dijalankannya selalu berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Ridwan H. Renwarin adalah contoh nyata bahwa birokrasi bisa menjadi alat transformasi sosial dan ekonomi.

Dengan kepemimpinan yang terpuji, ia mampu menjaga kepercayaan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan. Ia bukan sekadar pejabat, tetapi figur yang menjadi inspirasi bagi Kota Tual.

Di mata masyarakat, aktivis, dan pejabat pemerintah, Ridwan bukan hanya Sekretaris Daerah, melainkan simbol birokrasi yang bertanggung jawab, visioner, dan berpihak pada rakyat.

Kepemimpinannya menjadi teladan bahwa seorang birokrat dapat memadukan profesionalisme, empati, dan inovasi dalam membangun kota, membawa Tual menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.***

Saldi Matdoan
Akademisi Universitas Negeri Yogyakarta.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *