AMBON, BABETO.ID – Forum Komunikasi Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku menggelar Pengajian Ramadhan dan Buka Puasa Bersama yang bertempat di Aula SMK Muhammadiyah Ambon, Pada Kamis (5/3/2026).
Kegiatan buka puasa bersama tersebut dirangkaikan dengan pangajian Rahmadan oleh Prof. Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si, Kepala LLDIKTI Maluku dan Maluku Utara, dan Ustadz Dr. Makmur.
Hadir dalam kegiatan buka puasa bersama ini alumni IMM yakni Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku, Ali Litiloly, Majid Makasar, Ketua Umum Fokal IMM Maluku, yang juga Sekertaris PWM Maluku, Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Abdullah Ely, Dr. Fatimah Sialana, Dr.Suabir, Wakil Rektor UM Maluku, Pemuda Muhammadiyah Maluku, DPD IMM Maluku, serta seluruh keluarga besar alumni IMM Maluku.
Prof.Dr. Saiful Deni, S.Ag., M.Si menyampaikan bahwa wadah ini luar biasa karena menghimpun alumni – alumni IMM hingga memperkuat silaturahmi sesama kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Kata Prof Saiful, Kita sebagai orang muslim sejati menggunakan bulan ini semaksimal mungkin. Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri. Salah satu ibadah utama yang dijalankan selama Ramadhan adalah puasa, yang memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan ibadah lainnya.
Prof mengatakan bahwa sejumlah ulama menjelaskan bahwa puasa memiliki makna mendalam karena secara spiritual dapat dipahami seakan terbagi menjadi dua bagian, yakni untuk hamba dan untuk Allah SWT.
Bagian pertama adalah puasa yang manfaatnya kembali kepada manusia itu sendiri, seperti melatih kesabaran, menahan hawa nafsu, serta menumbuhkan rasa empati kepada sesama yang membutuhkan.
Sementara itu, bagian kedua adalah puasa yang dipersembahkan kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadis qudsi dijelaskan bahwa setiap amal perbuatan manusia akan kembali kepada dirinya, kecuali puasa yang secara khusus menjadi milik Allah dan balasannya langsung diberikan oleh-Nya.
Para tokoh agama mengingatkan bahwa makna puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga perilaku, perkataan, serta meningkatkan keikhlasan dalam beribadah. Dengan demikian, nilai spiritual yang terkandung dalam puasa dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Umat Muslim diharapkan dapat memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai sarana meningkatkan ketakwaan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama, hingga akhirnya meraih kemenangan pada hari raya Eid al-Fitr.***








Komentar