AMBON, BABETO.ID – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Ambon membantah ada konsolidasi seluruh kader se-Maluku untuk turun aksi terkait laporan polisi Walikota Ambon, Bodewin Wattimena.
“Klaim tersebut tidak memiliki dasar struktural dan mencederai etika kepemimpinan organisasi,” kata Fungsionaris PC IMM Kota Ambon, Saleh Loilatu, pada Rabu (28/1/2026).
Ia mengatakan bahwa jangan mengatasnamakan seluruh IMM Maluku untuk keputusan sepihak. IMM Cabang Ambon tidak pernah menyepakati aksi.
“Kami menolak keras organisasi dijadikan tameng atas kegagalan membaca persoalan secara jernih,” ujarnya.
Menurut Saleh Loilatu, aksi jalanan sebagai respons awal menunjukkan kemiskinan strategi intelektual dan kegagalan membedakan antara pembelaan kader dengan politisasi kasus.
“IMM lahir dari tradisi nalar, bukan refleks amarah. Jika setiap kritik berujung aksi, maka yang sedang direduksi bukan kekuasaan, melainkan akal sehat mahasiswa itu sendiri,” tegasnya.
IMM Cabang Ambon menegaskan sikapnya untuk tetap menjaga IMM sebagai gerakan ilmu, etika, dan tanggung jawab publik.
Kritik terhadap pejabat publik, kata Saleh, harus disampaikan secara berbasis data, argumentatif, dan siap diuji bukan dilindungi oleh kerumunan.
“Kami tidak anti-kritik dan tidak anti-kader. Yang kami tolak adalah kepemimpinan yang menjadikan organisasi sebagai perisai kepanikan,” katanya.
IMM Cabang Ambon menyerukan agar DPD IMM Maluku menghentikan eskalasi narasi aksi dan kembali pada watak dasar IMM sebagai gerakan intelektual.
“Demokrasi tidak membutuhkan pengeras suara ia membutuhkan keberanian untuk diuji.” tutupnya.***








Komentar