AMBON, BABETO.ID — Ketua Jaringan Islam Nusantara (JIN) Maluku, Fahri Wael, mengingatkan publik untuk lebih cermat dalam memantau kinerja Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Maluku, Jais Ely.
“Orang ini pemain lama di zaman mantan Gubernur Murad Ismail, jadi kita harus waspadai kinerja dia (Jais Ely),” kata Fahri Wael, via WhatsApp, pada Selasa (3/3/2026).
Menurut Fahri, jabatan strategis yang diemban Jais Ely menuntut komitmen tinggi terhadap transparansi, khususnya dalam pengelolaan anggaran serta pelayanan publik.
Ia menegaskan bahwa Dinas Perindag memiliki peran vital dalam menjawab berbagai persoalan ekonomi masyarakat, baik yang sudah ada maupun yang berpotensi muncul di masa mendatang.
“Pengelolaan keuangan di dinas tersebut harus dilakukan secara terbuka. Jangan lagi ada praktik yang terkesan ditutup-tutupi, karena hal itu hanya akan merugikan masyarakat,” tegas Fahri.
Selain itu, Fahri juga mengingatkan bahwa Jais Ely, dengan tingkah laku yang dilihat selama ini, harus diwaspadai. Karena ia rela meninggalkan mantan bosnya, Murad Ismail, untuk mengejar jabatan di Gubernur Hendrik Lewerissa.
Fahri mengingatkan Jais Ely untuk menjaga nama baik Gubernur Hendrik, jangan sampai merusaknya, karena kepercayaan yang diberikan itu tidak main-main.
“Jais Ely sekarang kelihatan mulai mengunci posisinya dengan memanfaatkan kedekatan dengan PKK. Ini taktik, ini cara Jais Ely seperti cara dia mendekati Murad Ismail lewat ibu Widya Pratiwi,” ujarnya.
Fahri meminta agar Dinas Perindag Maluku yang dipimpin Jais Ely dapat bekerja secara profesional, transparan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat untuk menjaga pemerintahan Gubernur Hendrik.***








Komentar