AMBON, BABETO.ID – Pemuda Muhammadiyah Maluku menilai Gubernur Hendrik Lewerissa layak disebut sebagai bapak perdamaian Maluku masa kini.
“Gubernur selalu hadir pertama tama dan didepan mengatasi konflik di Maluku,” kata Ketua Bidang Politik dan Kebijakan Publik, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku, Wandri Makassar, pada Rabu (7/1/2026).
Ia menambahkan kalau Gubernur Hendrik layak disejajarkan dengan Theodore Roosevelt yang mediasi Perang Rusia-Jepang.
“Kita akan usul 2026 ini penerimanya nanti Gubernur Hendrik, karna bagi kami Maluku ini konstalasi konfliknya sangat tinggi, jadi kalau ada orang yang mampu menyelesaikan saya kira dia layak dapat Nobel Perdamaian,” ujarnya.
Kalau 2025 kemarin itu Maria Corina Machado dari Venezuela, merupaka salah seorang Aktivis pro-demokrasi dari negara Nicolas Maduro.
“Kita ini hidup kok konflik saja, ada yang sudah mati matian buat baik, yang lain mulai hasut bilang kalau pilih kasih, ini kan bagian dari pernyataan yang memamcing konflik namun dia yang bicara tidak sadar, semoga jangan kau dapat laknat dari tuhan,” tuturnya.
Makassar menilai Gubernur Hendrik itu orang pintar dan cerdas, dia tidak mungkin membiarkan konflik ini terus terawat, sementara dia sendiri mau membangun Maluku ini lebih baik.
“Mari sama-sama kita jaga daerah ini dari kekerasan yang tidak selesai, kita semua ini orang-orang berakal, jangan sampai kita semua masuk dalam skenario setan,” tutupnya.***








Komentar