AMBON, BABETO.ID – Sebuah video yang memperlihatkan seorang gadis asal Maluku diduga mengalami penyiksaan di Libya viral di media sosial. Pemuda Muhammadiyah Maluku melaporkan kasus ini kepada Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Zulfikar Ahmad Tawalla.
Zulfikar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Monitor. Akan dibantu,” ujar Zulfikar melalui pesan WhatsApp setelah menerima laporan dari Ketua Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku, Rimbo Bugis, Rabu (4/2/2016).
Dalam video yang beredar, gadis tersebut memperkenalkan diri bernama Sariani, warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Ia mengaku saat ini berada di Libya dan meminta pertolongan agar bisa dipulangkan ke Indonesia.
“Saya sekarang di Libya. Saya ingin pulang, tolong bantu saya. Saya ingin kembali ke Tanah Air. Saya dibawa oleh sponsor saya yang bernama Desy Rumaday,” kata Sariani dalam video tersebut.
Ia menjelaskan bahwa awalnya dijanjikan akan diberangkatkan ke Arab Saudi untuk bekerja di sebuah kantor. Karena itu, orang tuanya memberikan izin.
“Saya dibawa ke Libya oleh sponsor bernama Ibu Tia dan Bapak Muhammad. Sekarang saya di Libya, saya sedang sakit dan tidak senang di sini karena saya dipukul oleh majikan saya,” ujarnya.
Sariani juga mengaku telepon genggamnya disita. Ia dibawa ke sebuah kantor, dipukul, dan dikurung di dalam gudang oleh majikannya.
“Tolong saudara-saudara semua, saya minta tolong. Tolong sebarkan video ini supaya saya bisa dibantu untuk pulang ke Indonesia,” tuturnya. ***








Komentar