oleh

DPD IMM Maluku Soroti Maraknya Ujaran Kebencian di Media Untuk Pemerintah

AMBON, BABETO.ID – Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku, Bidang Maritim, M. Ramadan Tuhelelu, S.Pi, menyoroti maraknya pemberitaan bernuansa ujaran kebencian yang dinilai kerap menyudutkan pemerintah daerah.

Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi Maluku yang sedang menghadapi penurunan pendapatan daerah, masyarakat khususnya kalangan pemuda seharusnya lebih fokus pada kajian ilmiah dan gagasan konstruktif untuk membantu pembangunan daerah.

“Sekarang ini ujaran kebencian di media seolah menjadi kebiasaan. Padahal yang dibutuhkan Maluku adalah ide, konsep dan gagasan untuk kemajuan bersama,” kata Ramadan, pada Jumat (6/3/2026).

Ia mencontohkan salah satu judul pemberitaan yang dinilai tendensius, yakni “Maluku Dijual: Hendrik Lewerissa Berpesta, Rakyat Adat Mati di Tanah Sendiri.”

Menurutnya, jika dilihat dari perspektif intelektual, narasi seperti itu lebih cenderung mengarah pada penghasutan dibanding kritik yang konstruktif.

Ramadan menjelaskan, kondisi ekonomi daerah saat ini juga dipengaruhi sejumlah kebijakan pemerintah pusat, seperti pemotongan dana transfer pusat yang disebut mencapai sekitar 30 persen.

Serta kebijakan sektor perikanan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur (PIT).

“Dalam kondisi seperti ini, pemuda Maluku harus lebih kreatif dan inovatif membantu pemerintah daerah, bukan hanya menyebarkan narasi yang memicu perpecahan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi. Namun kritik tersebut seharusnya disertai data, analisis, serta solusi yang membangun demi kemajuan Maluku.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *