oleh

Dihadapan Gubernur HL dan Kapolda, Warga Sebut Tidak Pernah Kenal Wajah Raja Negeri Liang

MALTENG, BABETO.ID – Ada hal yang menarik saat Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto mengunjungi Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) pasca konflik.

Pasalnya, disaat Gubernur Lewerissa tengah berbicara dengan masyarakat Negeri Liang, ada pernyataan ironis dari seorang warga yang dianggap menampar marwah Raja Negeri Liang, Taslim Samual.

Lewerissa menyatakan bahwa untuk rumah-rumah yang rusak akibat konflik di Negeri Liang akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

Sementara bagi korban, kata Lewerissa yang sedang dirawat di rumah sakit akan diganti biaya pengobatannya oleh Pemerintah Provinsi.

“Yang rumah-rumah rusak itu nanti pemerintah Maluku Tengah yang tanggulangi. Yang sempat dirawat dirumah sakit kemarin itu nanti biaya pengobatannya diganti Pemerintah Provinsi. Segera. Kalo ga hari ini besok pagi diganti, ” ujarnya.

Dalam keterangannya, Gubernur Lewerissa menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan konflik kembali terjadi di wilayah tersebut.

Ia mengimbau seluruh masyarakat agar dapat menahan diri, menjaga situasi tetap kondusif, serta menyikapi setiap persoalan dengan kepala dingin dan mengedepankan musyawarah.

Kendati, usai Gubernur Maluku menyatakan bahwa rumah rusak dan biaya pengobatan korban akan ditanggulangi Pemkab Malteng dan Pemprov Maluku, muncul pertanyaan nyelekit dari warga Negeri Liang.

Ia dihadapan HL sapaan singkat Hendrik Lewerissa mengatakan bahwa dirinya sampai saat ini tidak mengenal sosok Raja Negeri Liang.

Hal ini terlihat dalam unggahan video pada akun Facebook Zein Kestu dilansir media ini pada Selasa, 6 Januari 2026.

“Yang bapa Raja Liang tu yang mana, Pak terus terang saja kami sampai sekarang tidak mengenal bapa Raja Liang tu yang bagaimana. Hari ini baru bapa Raja Liang dia injakan dia punya kaki disini, ” katanya.

“Sebenarnya tidak merembet begini kalau bapa ada hadir di tengah-tengah kita, suka dan tidak sukanya kita tetap suka karena bapa adalah seorang pemimpin. Iya toh Pak, ” sambungnya.

Sontak, Raja Negeri Liang Taslim Samual saat mendengar perkataan dari warga yang mengatakan tidak mengenalnya, ia langsung menuju seorang ibu seraya berpelukan dengan waja yang tampak sedih. ***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *