SBB, BABETO.ID – Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Asri Arman dinilai hanya bisa menghitung matematika sebuah proyek namun tidak miliki mental kepemimpinan yang kuat.
“Menjadi penjabat publik harus memiliki kesiapan fisik dan sehat jasmani maupun rohani, serta memiliki mental yang baja,” kata Muhamad Makatitta, pimpinan salah satu Media online di Maluku, pada Sabtu (13/9).
Ia menambahkan bahwa kesiapan mental spiritual dan emosional juga penting bagi seorang pemimpin rakyat, mental itu inilah yang mungkin saja belum dimiliki oleh Asri Arman.
“Dia harus miliki mental itu sehingga tidak mempengaruhi kinerja dan tahan atas segala macam kritik dari masyarakat atau publik terutama sebagai bupati,” ujarnya.
“Asri hanya ahli dalam hitung – hitungan tehnik bangunan serta matematika sebuah proyek, tetapi kesiapan mental dalam politik belum dimilikinya sehingga ketika dikritisi oleh publik serta media, langsung dirinya gelagapan serta mempengaruhi psikologinya, ” tambahnya.
“Akibat tidak tahan dengan kritik dari masyarakat, dirinya lebih memilih membungkam para pengkritik dengan menggunakan kekuasaannya untuk mempidanakan pengkritik dengan pasal pencemaran nama baik, “ungkap Makatitta.
Makatita menyesalkan Asri yang terlalu naif, untuk mendengar usul saran dari orang – orang sekitarnya tanpa mempertimbangkan dampak negatif akibat tindakannya.
“Atau apa memang sifatnya sudah seperti itu yang memang anti kritik, kalau memang seperti itu dugaannya maka, saran saya sebaiknya Asri Arman mengundurkan diri secara terhormat dan tinggal di rumah untuk menikmati masa tua dengan tenang”, minta Makatitta.
Soal upaya hukum oleh tim hukum Bupati Samuel E Pattisinay SH, yang melaporkan Ida Tomasoa ke Polres SBB Nomor ; LP/B/161/Vlll/2025/SPKT/POLRES SERAM BAGIAN BARAT/ POLDA MALUKU Tanggal 29 Agustus 2025.
“Upaya hukum Asri dengan tuduhan pencemaran nama baik terhadap bupati SBB sungguh diluar nalar, saya sarankan agar bapak sebaiknya belajar hukum baik – baik”, sesalnya.***








Komentar