oleh

Banjir Tahunan Pasar Saketi: Masalah Lama yang Terus Diabaikan

-Opini-6 Dilihat

PANDEGLANG, BANTEN.ID – Banjir yang kembali merendam Pasar Saketi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, seolah menjadi potret persoalan klasik yang tak kunjung menemukan jalan keluar.

Setiap musim hujan tiba, pasar rakyat yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat kecil ini kembali tergenang, dan lagi-lagi pedagang harus menanggung dampaknya.

Genangan air bukan sekadar menghambat aktivitas jual beli, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman bagi pedagang dan pengunjung. Lapak-lapak terendam, barang dagangan terancam rusak, sementara pembeli memilih menjauh.

Dalam kondisi seperti ini, pasar kehilangan fungsinya sebagai ruang ekonomi yang seharusnya hidup dan produktif.

Ironisnya, banjir di Pasar Saketi bukanlah peristiwa baru. Ia hadir berulang, nyaris rutin setiap tahun, seakan menjadi “langganan” yang diterima begitu saja tanpa solusi konkret.

Padahal, persoalan utama sudah lama diketahui, yakni buruknya sistem drainase dan saluran pembuangan air yang tidak berfungsi optimal.

Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air tidak tertampung dan akhirnya meluap ke area pasar.

Seorang pedagang mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah menjadi kekhawatiran tahunan.

Hujan deras bukan lagi sekadar soal cuaca, tetapi ancaman langsung terhadap mata pencaharian mereka. Dagangan rusak, pendapatan menurun, dan ketidakpastian terus menghantui.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: sampai kapan Pasar Saketi harus terus hidup dalam siklus banjir yang sama? Ketika pasar rakyat seharusnya mendapat perlindungan dan perhatian serius, justru yang terlihat adalah pembiaran terhadap masalah yang jelas-jelas merugikan masyarakat.

Harapan para pedagang sederhana—penanganan yang serius dan berkelanjutan.

Bukan solusi sementara, apalagi janji yang berulang setiap tahun. Perbaikan drainase dan penataan lingkungan pasar semestinya menjadi prioritas, agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terhambat oleh persoalan yang seharusnya bisa dicegah.

Banjir Pasar Saketi bukan hanya soal air yang menggenang, tetapi juga tentang tanggung jawab. Ketika masalah terus berulang, yang dipertaruhkan bukan sekadar infrastruktur, melainkan keadilan bagi pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya di pasar tersebut.***

Oleh: Mahira Fauziah

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *