SSB, BABETO.ID – Pemerintah Kabupaten Serang Bagian Barat (SBB) dinilai gagal dalam pengelolaan tambang marmer dan batu gamping.
Hal itu disampaikan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sandi Tuhuteru kepada media ini, Minggu, 12 April 2026.
Menurutnya, Pemda SBB belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pertambangan.
“Aktivitas pertambangan yang selama ini berjalan terkesan tidak selaras dengan tujuan utama pengelolaan sumber daya alam, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, ” ujar Sandi.
Ia menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki daerah tersebut seharusnya mampu menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang strategis.
“Jika dikelola secara optimal dan transparan, tambang marmer dan batu gamping dapat menjadi sektor unggulan. Namun kenyataannya, kontribusinya terhadap pembangunan daerah masih belum terlihat secara nyata,” ungakap Sandi.
Aktivis asal SBB itu juga menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, regulasi, serta mekanisme distribusi hasil tambang. Menurutnya, lemahnya pengawasan dan kurangnya transparansi berpotensi menyebabkan kebocoran pendapatan daerah.
“Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut keadilan bagi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” tegasnya.
Sebagai penutup, ia berharap agar pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola sektor pertambangan, sehingga potensi sumber daya alam di Seram Bagian Barat benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.***








Komentar