oleh

Tuduhan Pembangunan Gedung Seminari Xaverianum Sarat Korupsi Sangat Tidak Berdasar, Faktanya OKP Katolik Maluku Justru Beri Apresiasi

AMBON, BABETO.ID – Pemberitaan di berbagai media online yang menyeret nama Haji Mansur Banda pada polemik pembangunan Seminari Xaverianum yang diduga sarat Korupsi sangatlah tidak berdasar.

Pasalnya, baru-baru ini Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Maluku dan Pemuda Katolik Maluku  melakukan peninjauan langsung ke Pekerjaan Pembangunan Seminari dan Aula Xaverianun di Desa Air Louw, pada Sabtu (20/9/2025).

Dalam peninjauan mereka, ISKA Maluku justru mengapresiasi pembangunan Seminari dan Aula Xaverianum Maluku.

Hal itu disampaikan Sekretaris ISKA Maluku, Yoserisel Dirwot Wokanubun, saat memberikan keterangan.

““Kami memberi apresiasi dan Terima kasih kepada pemerintah atas pembangunan dua gedung dan sarana prasarana yang ada,” kata Sekretaris ISKA Maluku, Yoserisel Dirwot Wokanubun, saat memberikan keterangan.

Ia mengatakan kalau kedatangan organisasi katolik tersebut dikarenakan ada sebagian kalangan mengatakan pembangunannya bermasalah.

“Saya merasa bangga melihat dua bangunan yang megah dan representatif bagi pengembangan umat khususnya para calon imam (pastor),” ujar Wokanubun.

Pembangunan tersebut, kata Wokanubun, dianggap merupakan salah satu bukti nyata kepedulian pemerintah melalui  Balai Cipta Karya kepada jemaat Katolik.

“Meskipun belum sesempurna yang diharapkan, ada yang belum lengkap, namun bangunan tersebut sudah menjadi bukti,” ucapnya.

Pendapat yang sama disampaikan Korwil PK Maluku-Malut, Jermias Sery bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah dan kontraktor pelaksana (Haji Mansur).

“Kami lihat pekerjaan sangat representatif. Kalau terkait dengan polemik yang terjadi di tengah masyarakat, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Lembaga yang berkompeten seperti inspektorat dan lainnya,” terangnya.

Dengan ungkapan rasa terimakasih dan apresiasi oleh ISKA Maluku dan Pemuda Katolik Maluku jelas bahwa tuduhan pembangunan gedung Seminari dan Aula Xaverianum sarat korupsi yang kontraktornya adalah Haji Mansur Banda itu tidak berdasar. ***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *