AMBON, BABETO.ID – Pemberian panggung terhadap konten kreator bermasalah di Maluku menyita perhatian warganet.
Mirisnya pemberian panggung tersebut dilakukan oleh brand-brand yang harusnya menjunjung tinggi etika dan moral sosial.
Namun sayangnya, mementikan keuntungan lebih diutamakan brand dibandingkan menjaga nilai etika dan moral.
Fenomena buruk dan meresahkan itu bisa kita lihat pada onten kreator mesum dan eks nara pidana (Napi) inisial G.
Hal itu kemudian menyita perhatian publik, salah satunya adalah penyair Maluku, Eko Saputra Poceratu.
Ia dengan tegas menyatakan keresahannya terhadap brand-brand yang terus memakai konten kreator mesum dan asusila untuk mempromosikan brand mereka.
”Mirisnya di Ambon, brand-brand terus memakai konten kreator mesum, pelaku tindakan asusilan, maki-maki untuk promosi dong pu brand, ” tulis Eko dilansir, Selasa, 20/10/2026.
Pola seperti ini menurutnya, hanya memikirkan keuntungan, viralnya konten, membeli produk sambil menormalisasi konten kreator mesum di ruang publik.
Penulis buku, Awan-awan Maluku itu juga menyampaikan harusnya brand di Ambon bisa menjaga kewarasan publik dalam mempromosikan brand mereka.
”Mestinya brand bisa ‘waras’ juga, ” tandasnya. ***








Komentar