AMBON, BABETO.ID – SMA Negeri 11 Ambon menggelar Pemilihan Duta Batik Tahun 2026 dengan mengusung tema “Generasi Muda, Warisan Budaya, Langkah Nyata untuk Indonesia Mendunia.”
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 11 Ambon, Jumat (2/10/2026), tersebut menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap batik sebagai warisan budaya sekaligus identitas bangsa kepada generasi muda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan Provinsi Maluku, Zulnida Tio, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Fenze Mandaku, Plt Kepala SMA Negeri 11 Ambon, Hj. Zakiyah Dwi Saputri, S.Pd, Ustad Arsal Tuasikal, dewan juri, para guru, serta orang tua siswa.
Kegiatan tersebut juga mengusung semangat “Bangga Berkarya, Lestarikan Batik, Wujudkan Generasi Berkarakter.”
Plt Kepala SMA Negeri 11 Ambon, Hj. Zakiyah Dwi Saputri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir serta memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran para tamu undangan menjadi kehormatan sekaligus energi dan motivasi bagi para siswa untuk semakin mengenal dan mencintai budaya bangsa.
“Bagi kami, kehadiran Bapak dan Ibu merupakan satu kehormatan dan juga menjadi sebuah energi serta motivasi bagi anak-anak kami untuk semakin mengenal dan mencintai budaya bangsa,” ujarnya.
Zakiyah menegaskan, batik tidak sekadar dipandang sebagai busana, tetapi memiliki makna yang lebih luas sebagai identitas dan warisan budaya bangsa yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kita tidak hanya berbicara tentang batik sebagai busana, tetapi kami ingin menanamkan kepada anak-anak kami bahwa batik adalah identitas, batik adalah warisan, dan batik adalah bagian dari jati diri bangsa yang harus kita banggakan dan kita teruskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Beby Lewerissa selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku yang telah memberikan arahan sehingga kegiatan Pemilihan Duta Batik dapat terlaksana.
Kepada para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut, Zakiyah berpesan agar tidak hanya berorientasi menjadi pemenang, tetapi juga menjadi generasi yang mengenal dan mencintai budaya bangsa.
“Jangan hanya berusaha menjadi pemenang, tetapi jadilah generasi yang mengenal budaya, bangga dengan identitasnya dan berani membawanya dengan kepercayaan diri,” pesannya.
Menurutnya, meskipun kegiatan tersebut memilih satu orang sebagai Duta Batik, tujuan yang lebih penting adalah menanamkan kecintaan terhadap budaya kepada seluruh generasi muda SMA Negeri 11 Ambon.
“Boleh jadi hari ini kita memilih satu orang Duta Batik, tetapi jauh yang lebih penting adalah hari ini kita sedang menanamkan kecintaan terhadap budaya kepada seluruh generasi muda SMA Negeri 11 Ambon,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Fenze Mandaku, memberikan apresiasi kepada kepala sekolah, para guru, komite sekolah, serta siswa SMA Negeri 11 Ambon yang dinilai telah menunjukkan komitmen dalam melestarikan budaya, khususnya melalui kecintaan terhadap batik.
Fenze berharap kegiatan serupa tidak hanya berfokus pada busana nasional, tetapi ke depan juga dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi pengenalan dan penggunaan busana daerah Maluku.
“Saya kira penting kegiatan ini dan kami berharap bukan cuma terkait dengan busana nasional. Ke depan, ketika ada peringatan Hari Batik, mungkin bisa dipenuhi juga dengan busana daerah kita,” katanya.
Selain budaya, Fenze menekankan pentingnya sekolah memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki siswa harus terus diasah dan difasilitasi agar tidak berhenti setelah mereka menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA.
“Sangat penting jika anak-anak ini dengan berbagai minat bahkan kreativitas mereka, sekolah mampu mewadahi dan memfasilitasi sehingga kreativitas, minat dan bakat mereka tidak tumpul dan terkikis habis setelah keluar dari SMA,” ungkapnya.
Ia juga mendorong para guru untuk terus mengembangkan potensi siswa sesuai dengan bakat masing-masing, termasuk dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Fenze mengakui kontribusi SMA Negeri 11 Ambon dalam sejumlah kompetisi akademik di tingkat perguruan tinggi maupun nasional masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, ia mendorong para siswa untuk lebih giat belajar, meningkatkan prestasi, serta memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran yang tersedia, baik di Maluku maupun di luar daerah.
“Saya anjurkan kepada para siswa bahwa ke depannya lebih giat lagi bekerja, tunjukkan prestasi kalian, sehingga ketika ada perlombaan untuk bidang akademik, baik di tingkat Provinsi Maluku maupun di tingkat nasional, bisa diwakilkan oleh SMA Negeri 11 Ambon,” tandasnya.
Ia berharap komitmen bersama antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa dapat terus dibangun sehingga SMA Negeri 11 Ambon mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, serta kepedulian terhadap budaya bangsa.***








Komentar