Babeto.id BOGOR, —Puluhan suara rakyat bergema di depan Ruko Plaza Amsterdam, Sentul, hari ini. Tapi tidak satu pun pengelola berani tampil menemui massa. Mereka memilih bersembunyi di balik tembok, diam seribu bahasa. Keheningan itu sendiri adalah pengakuan: mereka tahu bersalah.
Massa JANGKAR datang membawa kebenaran — menuntut penyegelan dan penutupan permanen Blok A No.10 yang diduga sarang prostitusi melanggar UU No.1/2023 dan UU No.21/2007. Yang terjadi justru sebaliknya: bukan warga yang protes, tapi aparat sendiri yang menghalangi.
Oknum yang diduga Kanit Polsek Babakan Madang bertindak bak pelindung: larang bakar ban, larang tempel selebaran, batasi orasi. Warga mendukung, tapi dia yang gelisah, dia yang melarang, dia yang terlihat ketakutan. Siapa yang sebenarnya dia lindungi? Jika bersih, kenapa panik? Dugaan adanya bekingan aparat kini semakin nyata di mata rakyat.
Dialog dengan perwira Polres Bogor terjadi, tapi hanya janji lisan, tanpa komitmen tertulis. Sementara pengelola tetap bersembunyi, tak berani menatap mata warga yang dirugikan.
Raden Ahmad Faiz, Penanggung Jawab Aksi, berjanji dengan tegas:
“Kami tidak akan mundur! Tidak ada pengelola yang berani keluar, itu bukti mereka sadar salah. Ada oknum yang menghalangi, itu bukti ada yang ditutupi. Jika dalam waktu dekat tidak disegel dan ditutup — kami kembali. Bukan 100 orang, tapi ratusan, ribuan warga Sentul yang akan turun. Sentul HARUS bebas maksiat! Tidak ada tawar-menawar!”
Tegas, Keras, Tak Bisa Dibungkam: Rakyat Sentul Tak Akan Diam! Tutup Sekarang Juga! (07/09/26) Han..








Komentar