JAKARTA, BABETO.ID – Ketua Badan Kejuruan Teknik Kehutanan (BKT HUT) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke-III, Tonny Hari Widiananto, menegaskan bahwa Konvensi Nasional BKT HUT PII ke-III menjadi forum penting untuk menjaga marwah, keutuhan, dan keberlanjutan profesi insinyur teknik kehutanan di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Tonny dalam Konvensi Nasional BKT HUT PII ke-III yang berlangsung di Integrity Room, Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Konvensi tersebut diikuti secara luring dan daring oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, jajaran pengurus BKT HUT PII, organisasi dan komunitas rimbawan dari berbagai daerah, serta para dekan perguruan tinggi yang membidangi kehutanan.
Tonny menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan atas dukungan berkelanjutan terhadap penguatan kelembagaan profesi sejak berdirinya BKT HUT PII.
Menurutnya, konvensi kali ini juga menjadi momentum pengembalian mandat kepada anggota menjelang berakhirnya masa bakti hasil Konvensi Nasional ke-II pada 10 Agustus 2026.
“Konvensi merupakan forum tertinggi anggota untuk menjaga marwah, keutuhan, dan keberlanjutan profesi insinyur teknik kehutanan,” ujar Tonny.
Ia menjelaskan, melalui sidang-sidang pleno, peserta konvensi akan membahas enam agenda strategis yang menjadi landasan penguatan organisasi serta peningkatan kualitas pelayanan praktik keinsinyuran teknik kehutanan di Indonesia.
Tonny berharap seluruh agenda yang dibahas dalam konvensi dapat menghasilkan keputusan yang mampu memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas profesi insinyur teknik kehutanan.
Konvensi tersebut diharapkan menjadi momentum penting bagi anggota BKT HUT PII untuk merumuskan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan profesi serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan sektor kehutanan di Indonesia.***








Komentar