PANDEGLANG, BABETO.ID – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang menggelar Sosialisasi Akreditasi, Madrasah Inklusif, dan Program Adiwiyata di Aula Kantor Kemenag Pandeglang, pada Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 74 madrasah sasaran akreditasi jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Acara dibuka Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Pandeglang, H. Isa, S.S., M.Si. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkuat pemahaman mengenai akreditasi, pendidikan inklusif, dan Program Adiwiyata sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
Sosialisasi menghadirkan tiga narasumber, yakni Hj. Reni Suwenti, S.Pd.I., M.M., H. Budiarjo, M.Pd., dan Siti Sapuroh, M.Pd.
Mereka memaparkan materi tentang penguatan standar akreditasi, pengembangan layanan pendidikan yang inklusif, serta penerapan Program Adiwiyata guna mewujudkan madrasah yang unggul dan berwawasan lingkungan.
Hj. Reni Suwenti menegaskan bahwa akreditasi bukan hanya proses penilaian administrasi, tetapi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sistem pendidikan yang memberikan kesempatan belajar kepada seluruh peserta didik tanpa diskriminasi, sekaligus menanamkan budaya peduli lingkungan melalui Program Adiwiyata.
Sementara itu, H. Budiarjo menjelaskan strategi yang dapat diterapkan madrasah untuk memenuhi standar akreditasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun Siti Sapuroh memaparkan langkah-langkah implementasi pendidikan inklusif serta penguatan budaya sekolah yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan hasil sosialisasi di madrasah masing-masing sehingga lebih siap menghadapi proses akreditasi, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta mewujudkan madrasah yang inklusif, unggul, dan berdaya saing.
Kemenag Kabupaten Pandeglang berharap kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat kualitas pendidikan madrasah sekaligus mendorong lahirnya satuan pendidikan yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter kebangsaan.***








Komentar