AMBON, BABETO.ID – Warga Kepulauan Manipa membantah adanya perbaikan jaringan listrik yang diklaim oleh PLN Maluku–Maluku Utara. Bantahan tersebut disampaikan oleh Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Pulau Manipa (HMPM), Wandri Makassar.
“Lampu masih mati di sana. Klarifikasi yang mereka buat soal pohon tumbang itu di mana? Tidak ada, itu hanya alasan pihak PLN saja, masyarakat masih pakai lampu minyak,” kata Wandri Makassar melalui pesan WhatsApp, Selasa (17/3/2026).
Ia bahkan mengancam akan menggelar aksi bersama warga di kantor PLN Maluku–Maluku Utara di Kota Ambon apabila persoalan listrik di wilayah tersebut tidak segera ditangani secara serius.
Wandri yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku sebelumnya menegaskan bahwa pemadaman listrik di Kepulauan Manipa sudah berlangsung cukup lama tanpa solusi permanen.
“Kadang listrik padam beberapa jam, bahkan bisa sampai dua hari. Kondisi ini tentu membuat masyarakat resah,” ujarnya.
Selain sering padam, warga juga menyoroti kondisi infrastruktur jaringan listrik yang dinilai sudah tidak layak. Beberapa tiang listrik dilaporkan mulai miring dan berada di wilayah pesisir sehingga rentan terpapar air laut.
Tak hanya itu, terdapat pula kabel listrik yang menggantung rendah dan dikhawatirkan dapat membahayakan warga yang melintas di sekitar lokasi.
Sebelumnya, pihak PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon menyampaikan bahwa gangguan listrik di Kepulauan Manipa sedang dalam proses penanganan oleh tim teknis.
PLN mengklaim sedang melakukan perbaikan jaringan, termasuk pembersihan pohon di sekitar kabel listrik yang berpotensi mengganggu jaringan.
Selain itu, sejumlah material juga disebut telah disiapkan untuk mendukung proses perbaikan, di antaranya traves, siku penyangga, isolator tumpu, isolator tarik, kabel jaringan tegangan menengah, hingga kabel sambungan rumah.
Namun, PLN juga mengakui bahwa stok material di gudang Unit Layanan Pelanggan (ULP) Hitu sempat mengalami keterbatasan sehingga sebagian material harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum dikirim ke lokasi.
Masyarakat Manipa berharap pemerintah daerah dan para wakil rakyat dapat ikut mendorong penyelesaian persoalan listrik tersebut agar pelayanan kelistrikan di wilayah kepulauan itu bisa lebih stabil dan aman.***








Komentar