AMBON, BABETO.ID – Pemuda Muhammadiyah Maluku, ingatkan Kepala Dinas Pendidikan Maluku, Sarlota Singerin untuk jaga nama baik Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa di bidang pendidukan.
“Kami minta Ibu Sarlota untuk jaga nama baik bapa Gubernur (Hendrik Lewerissa),” kata Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku (PWPM Maluku) Bidang Pengkaderan dan Pendidikan, Bilal Tuhulele, pada Minggu (22/2/2026).
Pemuda Muhammadiyah menilai Sarlota tidak berkompoten, karna mengatur lalu lintas pendidikan di Maluku bukan hanya modal tulis buku, atau pernah pimpin Yayasan.
“Dinas pendidikan itu juga harus memiliki kekuatan jaringan untuk komunikasi ke tingkat pusat. Karna kebijakan-kebijakan pusat tidak harus diterima mentah mentah tapi perlu berkomunikasi dan adu argumen serta bagimana cara membawa program banyak ke Maluku di bidang pendidikan,” ujar Tuhulele.
Kalau hanaya modal tulis buku dan pimpin yayasan, Bilal Tuhulele mengangap itu keharusan seorang pendidik, dan banyak orang juga bisa seperti yang dilakukan Sarlota.
“Kami harap kepala-kepala dinas ini terutama dinas pendudikan jangan hanya duduk tada mulut lalu yang kerja dan berjibaku di pusat itu hanya Gubernur Hendrik, kalau seperti itu mendungan mundur karna itu tidak berguna untuk Maluku,” ungkap Tuhulele.
Ia juga minta Sarlota untuk buka diri dengan organisasi-organisasi pendidikan yang punya akses dengan Kementrian Pendidikan.
Sarlota jangan sok tahu juga, jangan tebal telingang, jangan memimpin dengan gaya primitif, hanya mendengar lingkaran yang tidak kompoten, lalu yang lain dihindari untuk berdiskusi soal pendidikan di Maluku.
“Karna lingkaran yang ada itu kan lingkaran yang selama ini dari periode gubernur satu ke gubernur yang lain mengelola pendidikan di Maluku tidak maju-maju,” tandas Tuhulele.
Pendidikan itu ruh masa depan Maluku, generasi terdidik tidak diatur dengan baik, tidak dikelola dengan baik, apalagi secara ugal-ugalan maka bersiaplah untuk kehancuran Maluku di masa depan.***








Komentar