AMBON, BABETO.ID – Ketua Wilayah Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Maluku, Bansa Hadi Sella, menegaskan narasi yang menyebut Gubernur Maluku tidak memperhatikan umat Islam merupakan informasi yang tidak berdasar dan cenderung provokatif.
Pernyataan tersebut disampaikan Sella kepada wartawan, pada Selasa (17/2/2026), menanggapi berkembangnya isu yang dinilai berpotensi memecah belah kerukunan antarumat beragama di Maluku.
Menurutnya, informasi yang tidak memiliki dasar yang jelas itu diduga sengaja dihembuskan oleh pihak tertentu untuk menyudutkan Gubernur Maluku sekaligus mengganggu stabilitas sosial yang selama ini terjaga.
“Kami menilai narasi ini tidak benar dan sangat berbahaya karena bisa memicu perpecahan. Masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi yang belum tentu kebenarannya,” tegas Sella.
Ia menekankan, kerukunan antarumat beragama di Maluku merupakan modal sosial yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.
Sella juga menyebut, sejauh ini Gubernur Maluku terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai organisasi lintas agama dalam rangka memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas daerah.
“Kami mengajak umat Muslim di Maluku untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta selalu memverifikasi setiap informasi secara objektif dan rasional,” ujarnya.
Selain itu, Sella meminta aparat penegak hukum untuk segera menelusuri sumber penyebaran informasi yang dinilai sebagai hoaks dan bermuatan provokasi.
“Penyebar berita bohong harus ditindak tegas agar tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” tandasnya.
Sella berharap masyarakat Maluku tetap menjaga semangat hidup orang basudara serta tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin merusak persatuan dan kerukunan yang telah terbangun selama ini.***








Komentar