SBB, BABETO.ID — Keselamatan nelayan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dipertaruhkan di tengah dugaan maraknya peredaran bahan bakar minyak (BBM) ilegal yang hingga kini dinilai belum ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.
Kritik keras terhadap Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Asri Arman mencuat setelah sebuah unggahan di grup Facebook Menjaring Bupati SBB 2024, Selasa (10/2/2026), menuding adanya pembiaran terhadap penggunaan BBM bermutu rendah oleh nelayan.
Unggahan tersebut diposting oleh akun bernama Fika dan langsung memantik reaksi publik.
Dalam kolom komentar, akun Gibran Sam, yang mengaku sebagai pelaku usaha perikanan dan penyuplai tuna di Desa Kawa, Dusun Waeyoho Air Putri mengungkapkan keresahan nelayan akibat kualitas BBM yang diduga telah dicampur dengan minyak tanah.
Ia menyebut, banyak mesin kapal nelayan mengalami kerusakan saat berada di tengah laut.
Situasi tersebut semakin berbahaya ketika cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, sehingga keselamatan jiwa nelayan menjadi taruhan.
“Ini bukan sekadar soal kerugian ekonomi, tapi ancaman langsung terhadap nyawa nelayan,” tulisnya.
Gibran juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aktivitas penyalur BBM yang menjual minyak ke kampung-kampung menggunakan kendaraan menyerupai armada resmi Pertamina.
Ia menilai praktik ini seharusnya menjadi perhatian serius aparat dan pemerintah daerah.
Desakan pun muncul agar Pemkab SBB tidak bersikap reaktif dan menunggu jatuhnya korban di laut sebelum mengambil tindakan.
Penertiban distribusi BBM serta pengawasan ketat dinilai mendesak dilakukan demi mencegah tragedi kemanusiaan.
Hingga berita ini dipublikasikan, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi atas tudingan pembiaran tersebut.
Sikap diam pemerintah justru memperkuat kritik publik terkait komitmen perlindungan terhadap nelayan sebagai kelompok paling rentan di wilayah pesisir.***








Komentar