MALTENG, BABETO.ID – Hadiri rekonsiliasi perdamaian di Negeri Liang, melalui Malan Patita. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mengatakan kalau hidup basudara adalah DNA orang Maluku.
Dilansiri pada Jumaat (30/1/2026), dari akun instagram atas nama gubernirmaluku, dengan captian “masih tentang agenda cinta Negeri Liang”.
Dalam vidio tersebut Gubernur Hendrik mengatakan saat wawancara bahwa apa yang terjadi di Negeri Liang menjadi roll model, menjadi contoh kepada kampung yang lain.
“Jadi kalau ada pertentangan di internal, mari kita duduk bersama dengan mengunakan kearifan lokal yang dimilli oleh kita sebagai orang Maluku,” kata Gubernur Hendrik dalam vidio Instagran, saat hadiri Malan Patita perdamaian di Negeri Liang.
Gubernur Hendrik juga menggingatkan bahwa konflik itu tidak ada manfaat apa-apa untuk kehidupan, yang terjadi hanyalah mudhorat saja.
Diketahui bahwa yang hadir mendampingi Gubernur Maluku dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua DPRD Provinsi Maluku, Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura atau yang mewakili, Bupati Maluku Tengah beserta Ibu, Ketua MUI Provinsi Maluku, Camat Salahutu beserta jajaran, Raja Negeri Liang, para Raja se-Jazirah, tokoh adat, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat.***








Komentar